Mengatur Waktu

February 26, 2009

Kalo pak Romi bilang 3 kiat mengatur waktu adalah kurangi tidur, kurangi tidur, dan kurangi tidur. Sepertinya itu belum bisa berlaku buat saya deh, kenapa? Karena intensitas sehari-hari saya masih banyak dengan hal-hal yang tidak terlalu berguna. Bisa-bisa nanti yang terjadi adalah kurangi tidur tapi malemnya dipake’ buat maen game.. kakaka.. kan bisa berabe. Bukan efisiensi waktu, yang didapet malah ngantuk karena maen game. Kiat yang dibilang pak Romi mungkin cocok dengan karakteristik beliau yang telah bisa mengatur waktu dengan tepat sehingga bisa menggunakan waktu dan mengolahnya menjadi sibuk yang produktif. Nah itu yang menjadi perbedaannya, sibuk produktif dan sibuk yang tidak menghasilkan apa-apa.

Terus apa 3 kiat mengatur waktu yang tepat buat saya? Jawabannya adalah kurangi game, kurangi game, dan kurangi game baru setelah itu mungkin bisa dengan mengurangi tidur. Game sebenarnya tidak sejahat itu, kalau dalam memainkannya masih ada di dalam kerangka waktu yang wajar. Nah yang sekarang saya alami adalah, batasan waktu itu masih belum kentara. Kadang-kadang sehari bisa nahan untuk tidak nge-game, kadang-kadang bisa nahan sampai jam pulang kantor, atau kadang-kadang nge-game pas jam kerja (sstt.. yang ini jangan dibilang-bilang ya..). Nge-game bisa membunuh waktu saat kita bosan, tapi juga bisa membunuh diri kita sendiri karena terlalu lama memainkannya.

Setelah tahu apa obyek yang menjadi kendala mengatur waktu, sepertinya mengatur waktu akan dapat dilakukan dengan mudah. Tapi tidak dalam prakteknya, banyak godaan di sekitar kita yang terus merayu dan membujuk seraya bilang “sir the game are ready” atau “raiding party” disertai dengan tawa yang menggoda “11 11 11″. Ini yang selalu menggoda iman saya untuk mengeluarkan paladin atau champion untuk mengobrak-abrik markas musuh. Kalo sudah gini kejadiannya, pengendalian diri yang akan memegang kunci.  Jadi mengatur waktu tidak akan  terlepas dengan pengendalian diri. Kadang kita sudah mengatur jadwal yang sangat rapi untuk melakukan ini dan itu, sesuatu yang indah di kertas atau  microsoft outlook, tapi pada pelaksanaannya menjadi berantakan karena terlena dengan teriakan-teriakan itu tadi.

Mengatur waktu, menjadi sesuatu yang personal karena tidak bisa lepas dari pengendalian diri, ada yang diberi kelebihan oleh yang di atas, untuk dapat mengatur waktu dengan mudah, namun ada juga yang setengah mati mengatur waktunya. Namun tidak bisa dibilang mengatur waktu adalah kodrat, mengatur waktu adalah bagaimana usaha dan kesungguhan untuk melaksanakannya.

Bagi seorang penggemar game Age Of Empire (AOE) yang sudah setia dan sangat
menikmati game ini dari kelas 2 SMA sampai sekarang (hampir 7 tahun nih) kadang-kadang terbawa emosi untuk memandang sesuatu masalah dari sudut pandang AOE (yang ini joke). Nah bagaimana sudut pandang seorang pemain AOE tentang keadaan di Indonesia? Mari kita bahas satu persatu:

1. Wilayah Negara Indonesia
Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, negara ini juga mempunyai wilayah perairan laut yang paling luas di dunia. Maka tidak salah kalau seorang pemain AOE akan membuat Dock yang banyak dan kemudian membuat Fishing Ship dengan jumlah yang banyak untuk mendukung ekonomi Indonesia. Pembuatan Fishing Ship diharapkan tidak hanya untuk mencari ikan tetapi juga sebagai perangkat untuk membuka Map sehingga kapal ikan dari negara lain tidak bisa mencuri kekayaan laut Indonesia. Dock dibuat memutar melingkupi semua wilayah Indonesia sehingga semua daerah laut dapat tercover dengan kapal ikan. Setelah punya cukup banyak Dock dan Fishing Ship, kemudian dibutuhkan Galleon atau Fireship untuk menjaga wilayah perairan Indonesia. Galleon dan Fireship dibutuhkan untuk menghalang Galleon musuh menyerang kapal ikan nelayan Indonesia sehingga mereka merasa tenang untuk mengambil hasil laut. Selain
itu juga dibutuhkan agar transport ship musuh tidak bisa sampai ke daratan Indonesia untuk menurunkan Scout atau perkerjanya.

Setelah cukup dengan jumlah dock, fishing ship, dan Galleon, masih dibutuhkan suatu upgrade careening kemudian drydock sehingga mempermudah distribusi pekerja dari satu pulau ke pulau yang lain. Sehingga hanya dibutuhkan sedikit transport ship untuk mengantarkan pekerja dari pulau Jawa ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Mengingat negara kepulauan maka faktor ekonomi dari laut memegang peran yang sangat besar. Kekayaan alam yang ada berupa Ikan, Rumput Laut, Mutiara, dll harus benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi.

2. Potensi Hutan dan Lahan Pertanian

Selain kekayaan laut, Indonesia mempunyai hutan dan lahan pertanian yang sangat luas, dan apabila kekayaan tersebut digunakan secara optimal akan memberikan kekuatan ekonomi yang sangat besar. Indonesia memang tidak seperti “Celtc” yang mempunyai bonus ekonomi pada pekerja pencari kayu, atau “Frank” yang mempunyai bonus research pertanian secara gratis, akan tetapi Indonesia mempunyai keragaman sumber daya alam yang menunggu untuk digunakan secara optimal. Jenis kayu seperti Bambu, Pohon Kelapa, Rotan hingga kayu Besi di Kalimantan masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan negara. Yang ada malahan pembalakan hutan dan penebangan liar yang kemudian dijual ke luar negeri untuk kepentingan pribadi dan lebih jelek lagi bisa memperkuat ekonomi negara musuh.

Nah yang diperlukan disini adalah pembangunan Lumber Camp yang strategis, diikuti dengan research double bit axe kemudian Bow Saw lalu Twoman Saw sehingga lebih mengoptimalkan pencarian kayu. Dari sisi pertanian, pembuatan Mill mutlak dilakukan, mill merupakan dasar pembuatan pertanian karena pada mill sistem irigasi yang sangat dibutuhkan pertanian bisa diatur. Dengan berdirinya mill maka kemudian dibutuhkan lagi research yang dapat mengoptimalkan pertanian yaitu Horse collar, Heavy Plow, dan Crop Rotation

3. Sumber Daya Tambang
Kekayaan sumber daya tambang juga tidak kalah banyaknya. Emas, Tembaga, Batu, dan Minyak tentunya (tapi karena minyak belum dikenal di AOE maka nggak dibahas disini). Miningcamp sangat dibutuhkan keberadaannya, research sekali lagi mempunyai peran yang sangat besar, jadi kita tidak perlu mendatangkan orang dari negara lain untuk mengeksploitasi kekayaan alam kita yang ujung-ujungnya mereka yang merasakan keuntungannya dan kita tinggal kebagian limbahnya. Kita harus belajar dari “Turki” bagaimana menambang emas dengan baik dan cepat juga dari bangsa “Korea” tentang tata cara menambang batu yang benar.

4. Sumber Daya Manusia yang Banyak
Di AOE kalo kita mempunyai villager (pekerja) yang banyak maka hampir bisa dipastikan kita mempunyai ekonomi yang kuat. Villager tersebut akan terus menerus menggali kekayaan alam agar bisa dioptimalkan. Dalam permainan AOE saya mempunyai semboyan “tidak ada pengangguran di negeri ini” jadi setiap ada 1 saja villager yang nganggur harus langsung dicarikan pekerjaan. Disini dituntut kepintaran peran pemerintah untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi pengangguran. Distribusi pekerja juga sangat diperlukan agar ressource yang diperoleh tidak timpang sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal. Sebagai contoh: terlalu banyak pekerja di pertanian, sehingga mengalami surplus pangan, tetapi masih kurang pekerja di sektor pertambangan, sehingga surplus pangan tersebut tidak bisa berarti banyak karena kekurangan emas. Akibatnya ressource tersebut tidak bisa digunakan untuk research teknologi atau pembuatan pasukan perang.

5. Market dan Perdagangan
Di AOE mengenal perdangan antar bangsa yang akan memberikan sumber emas tak terbatas. Di dunia nyata hal ini bisa dipraktekkan dengan bentuk kerja sama luar negeri. Kerja sama luar negeri mutlak dibutuhkan untuk mendukung perdangan yang lancar. Research Cartography juga dibutuhkan untuk agar kita bisa mendapatkan informasi yang telah didapatkan oleh negara yang lain yang telah menjalin kerja sama. Setelah Cartography baru kita bisa melakukan research Caravan yang bisa mempercepat ekspor impor.

6. Research yang Diperlukan
Selain research yang ada pada tiap-tiap bangunan, terdapat juga research yang lain yang dapat mendukung perekonomian dan angkatan perang. Research tersebut bisa diperoleh dari Blacksmith atau University. Sesuai dengan sumber daya alam dan culturenya, bangsa Indonesia akan membutuhkan research antara lain:

  • Fletching -> Bodkin Arrow -> Bracer untuk mendukung angkatan perang laut dan daya serang Town Center
  • Padded Archer Armor -> Leather Archer Armor -> Ring Archer Armor untuk mendukung pasukan panah yang dibanggakan di Indonesia
  • Treadmill crane agar pekerja Indonesia bisa membangun bangunan lebih cepat dan lebih baik
  • Masonry dan Architecture sehingga bangunan di Indonesia tahan gempa

7. Kekuatan Pemimpin
Setelah kekuatan ekonomi terpenuhi maka selanjutnya adalah kekuatan pemimpin. Seorang pemimpin yang mempunyai visi dan misi yang jelas dan mempunyai pengabdian terhadap negara yang besar. Pemimpin yang jeli terhadap musuh yang sedang dihadapi sehingga tau solusinya. Pemimpin yang merakyat sehinga dia tau akan kebutuhan rakyatnya. Dan pemimpin yang besar sehingga dia bisa memilih pasukan yang benar, bisa menggerakkan pasukan dengan efektif, bisa mengolah kekayaan negara untuk memenangkan peperangan AOE.

Garis merah yang bisa ditarik disini adalah:

  1. Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah, sehingga tidak semestinya Indonesia menjadi negara yang miskin.
  2. Dibutuhkan research (ilmu) agar kita mampu untuk memanfaatkan sumber daya yang ada
  3. Indonesia juga mempunyai penduduk yang banyak, sehingga sumber daya alam yang besar juga bisa dihandle dengan sumber daya manusia. selain itu dengan jumlah penduduk yang besar akan mampu menciptakan sistem ekonomi yang mandiri.
  4. Dibutuhkan Program dan Riset yang berkesinambungan antar pemerintah, jadi jangan sampai suatu program yang bagus berhenti ditengah jalan tanpa kelanjutan saat berganti tampuk kepemimpinan.

Sebagai penutup, semoga Indonesia mudah digerakkan untuk mencapai kemajuan semudah memainkan permainan AOE.

Penulis adalah seorang pemain AOE yang telah dari 7 tahun yang lalu mengenal game ini, tapi sampai sekarang belum bisa juga menjadi seoarang jendral kakakaka… nick yang sering dipake dalam game AOE dan Hamachi adalah “petapa”

yang masih belum tau istilah2nya silahkan cari sendiri :))

Baru 2 bulan lebih sedikit saya tinggal di Jakarta, tapi dari rentang waktu tersebut saya sudah kurang lebih tahu seperti apa kondisi Jakarta. Dalam rentang waktu tersebut banyak image yang melekat pada diri saya tentang ibukota Indonesia ini. Sisi negatif maupun positif telah memberi saya gambaran mengapa banyak orang bilang ibukota lebih kejam daripada ibu tiri, akan tetapi itu tidak menghalangi mereka untuk tetap terus berdatangan. Image positif kota besar Jakarta harus tenggelam oleh banjir yang terus melanda daerah Jakarta dimusim hujan.

Sisi Positif Jakarta
Jakarta sebenarnya mempunyai beberapa image positif yang tidak mudah dilupakan. Beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah daerah  dari Monumen Nasional sampai dengan Gelora Bung Karno. Daerah ini merupakan kawasan dimana pusat-pusat perekonomian dan pemerintahan berada, mulai dari kantor pemerintah, perusahaan-perusahaan swasta, mall, Bank Indonesia, hingga kedutaan asing. Kawasan ini mempunyai kesan bersih dan tertata rapi. Walaupun tidak bisa lepas dari kemacetan, tetapi hal itu tidak memberikan pengaruh yang berarti. Kondisi jalanan yang bagus, taman yang tertata rapi seakan membantah image yang melekat bahwa Indonesia merupakan daerah yang kumuh.

Disepanjang jalan tersebut juga terdapat beberapa bundaran dengan kehasan masing-masing. Kereta kencana berdiri menghadap bundaran Indosat dengan air mancur dan lampunya yang warna-warni, dilanjutkan dengan Bundaran Hotel Indonesia dengan air mancurnya, hingga patung Jendral  Soedirman yang berdiri kokoh. Stadion Gelora Bung Karno yang menjadi kebanggaan Indonesia juga seakan telah memberikan icon tersendiri bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Tetapi sayang, kawasan tersebut hanya merupakan sebagian kecil kota Jakarta yang sebagian besar daerahnya merupakan kawasan kumuh.

Banjir, Masalah Utama Jakarta
Kemacetan, jalanan yang rusak, sanitasi yang buruk, gelandangan, dan yang paling utama adalah banjir. Banjir telah menjadi salah satu icon Jakarta dari waktu ke waktu. Banjir juga telah menyedot anggaran pemerintah daerah Jakarta hingga trilliunan rupiah, tapi sampai sekarang belum bisa memberikan hasil yang signifikan. Banjir kanal timur yang digadang-gadang akan mengatasi banjir di Jakarta sampai sekarang belum ada realisasinya. Alat yang didatangkan dari Belanda yang katanya bisa meberikan solusi terhadap sampah yang “terbawa” arus sungai juga belum bisa berbuat banyak.

Sebenarnya kita juga tidak bisa menyalahkan begitu saja dengan kebijakan pemerintah yang belum bisa mengatasi banjir di Jakarta. Kita juga harus bisa berintrospeksi diri mengapa banjir dapat terus menerus terjadi di Jakarta. Apakah kita sudah berbuat sesuatu yang setidaknya tidak menyebabkan banjir? Karena banjir yang melanda Jakarta tidak akan teratasi tanpa kerja-sama pemerintah dengan kesadaran masyarakat. Tentu saja kesadaran harus dimulai dari Pemerintah Daerah sebagai pemegang wewenang dan lembaga yang harus melayani masyarakat Jakarta. Kesadaran untuk bersama-sama mengatasi banjir.

Akar Masalah Banjir di Jakarta
Banjir, sebenarnya mempunyai akar masalah yang sebenarnya sangat sederhana, akan tetapi mempunyai solusi yang kompleks dan sulit dalam pelaksanaannya. Dari sudut pandang seorang awam yang tidak mempelajari masalah banjir secara mendalam, saya mempunyai pendapat bahwa akar masalah banjir di Jakarta bisa dibagi menjadi kelompok yaitu yang berhubungan dengan sungai, dan yang berhubungan dengan sistem drainase. Kedua masalah tersebut saling berhubungan dan mempunyai satu masalah klasik yaitu sampah. Bagaimanapun upaya yang dilakukan pemerintah untuk mebersihkan sungai atau membuat sistem drainase yang bagus tanpa kesadaran masyarakat untuk membuang sampah dengan benar maka pekerjaan tersebut akan sia-sia. Jadi, solusi yang utama dan terbaik untuk mengatasi banjir di Jakarta adalah mulai dari akar utama yaitu sampah.

Untuk mengatasi masalah utama tersebut terdapat beberapa alternatif solusi yang diambil oleh pemerintah:

  • Pembangunan tempat pembuangan sampah dan pengolahannya dan sistem pembuangan sampah yang benar sehingga masyarakat tidak akan berdalih untuk membuang sampah ke sungai atau ke dalam got karena merasa tidak ada tempat sampah.
  • Peraturan yang ketat tentang membuang sampah sembarangan. Tentu saja peraturan tersebut harus dibarengi dengan kontrol pelaksanaan yang ketat pula. Kredibilitas aparat menjadi sesuatu harga mutlak untuk dapat menegakkan peraturan tersebut.
  • Pengerukan sungai dan perbaikan sistem drainase dengan sistem padat karya. Sehingga, selain bisa mengatasi banjir juga dapat membuka lowongan pekerjaan.
  • Penertiban pemukiman yang berdiri di bantaran sungai sehingga memberikan ruang yang lebih untuk air hujan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? tentu saja kita berperan sebagai apa yang ada di dalam diri kita. Sebagai pemuda yang sadar akan dampak buruk sampah terhadap lingkungan, maka mulailah dari diri kita, jangan membuang sambah sampah sembarangan, berikan contoh terhadap orang-orang di sekeliling kita bahwa kita peduli dengan masalah sampah. Atau jika sudah menjadi seorang orang tua, kita bisa menasehati anak-anak dan memberikan contoh pada anak-anak tentang penangan sampah yang benar. Atau kebetulan kita menjadi seorang kepala RT/RW atau bahkan seorang kepala desa, kita bisa memberikan contoh dan penyuluhan tentang pentingnya penanganan sampah yang benar. Segala sesuatu bisa kita lakukan, namun tidak ada hasil instan dari proses ini karena segala sesuatu memang membutuhkan waktu. Lalu bagaimana dengan program pemerintah untuk menyadarkan masyarakatnya? Banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah. Penyuluhan terhadap aparatur pemerintah, pemberian hadiah dan gelar tertentu terhadap aparat pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat atau ditingkat bawah. Berikanlah hadiah bagi kepala RT/RW sehingga mereka terdorong untuk memberikan kontribusi yang nyata. Jangan berikan penghargaan kepada Gubernur atau kepala daerah tingkat II karena mereka hanya tau jadi dan tidak mengalami susahnya menangani sampah secara langsung. Berikanlah apresiasi kepada mereka yang benar-benar langsung terlibat dengan masalah sampah.

Jika kesadaran masyarakat akan sampah dan dampak buruknya telah melekat pada masyarakat maka saya yakin banjir tidak akan terjadi lagi di Jakarta. Pembentukan kesadaran memang tidak akan terjadi seketika, namun kita bisa memulainya sekarang dan dari diri kita sendiri.

Wide Area Network (WAN)  mempunyai konsep dasar yang sama dengan jaringan Local Area Network (LAN) dengan perbedaan pada:

  1. WAN mencakup daerah yang lebih luas -> dibutuhkan perangkat (hardware) di layer 1 dengan kualitas dan perlakuan khusus.
  2. Terdapat lebih banyak perangkat yang terhubung sehingga membutuhkan teknologi peroutingan yang lebih baik.
  3. Karena WAN digunakan oleh orang banyak maka dibutuhkan service untuk mendukung hal tersebut sehingga antar user tidak saling merugikan dan dirugikan.

Konsep WAN secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Pada OSI Layer 1

Terdapat beberapa teknologi jaringan yang dapat mendukung penyampaian data secara jarak jauh antara lain:

  • Modem Analog
  • DSL
  • Internet Kabel
  • Optic

2. Pada OSI Layer 2

Pada layer 2 terdapat sebuah protokol yang dapat memungkinkan data dikirimkan pada beberapa media yang berbeda. Protokol yang sering dipakai antara lain:

  • PPP
  • HDLC
  • Frame Relay
  • ATM

3. Pada OSI Layer 3

Layer 3 merupakan inti dari peroutingan, disini terdapat alamat IP yang menentukan alamat logic suatu host, alamat tersebutlah yang digunakan untuk peroutingan. Protokol peroutingan yang sering digunakan adalah:

  • RIP
  • OSPF
  • IS-IS
  • BGP

4. Potokol Pendukung

Selain protokol yang terdapat pada masing-masing layer, terdapat pula protokol yang terletak diantara beberapa layer atau protokol pendukung protokol utama, contoh:

  • MPLS
  • TLDP
  • LDP
  • RSVP-TE

5. Service Pendukung

Service digunakan untuk mengatur user sehingga tidak saling merugikan atau bisa juga digunakan untuk billing penggunaan bandwith oleh user.

  • apipe
  • cpipe
  • VPRN
  • VRRP
  • IES
  • SDP, dll

Service juga bisa digunakan untuk membangun jaringan secara logical antar router atau dalam satu router. Nama untuk service biasanya tergantung oleh vendor yang membuat router seperti Alcatel, Cisco, dan Juniper.

6. Hirarki Konfigurasi

Jaringan Wide Area Network merupakan suatu jaringan yang sangat besar, atau bisa dibilang jaringan internet (hubungan antar  jaringan). Namun jaringan tersebut bisa dipecah-pecah lagi kedalam jaringan yang lebih kecil yang mempunyai istilah tertentu yaitu:

Urut dari yang paling besar:

Internet -> Autonomous System (AS) -> IGP -> VLAN -> Host (user)

Uraian diatas merupakan suatu gambaran dari suatu jaringan WAN dengan berbagai unsur yang membangunnya. Memang uraian tersebut tidak membahas masing-masing unsur secara detail karena dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara lebih luas tentang WAN dan unsur-unsur yang dibutuhkan. Uraian di atas hanya merupakan catatan saya pribadi biar lebih mudah memahami konsep WAN dan tidak lupa dikemudian hari. Apabila masih terdapat banyak kesalahan atau hal-hal yang terlewatkan silahkan untuk dikoreksi dan ditambahkan.

Source:

  • ICND study guide
  • JNCIA study guide
  • www.wikipedia.org

Pemilu partai politik (Parpol) di Indonesia yang akan kembali diselenggarakan pada 9 April 2009 mempunyai keunikan tersendiri, baik dari segi jumlah parpol maupun dari kebijakan pemerintah tentang parpol. Indonesia tercatat mempunyai 4 periode pemilu parpol yang mempunyai ciri masing-masing. Dimulai dari tahun 1955 atau 10 tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, pemilu parpol pertama diselenggarakan di Indonesia. Pemilu parpol pertama Indonesia diikuti 30an parpol dengan dasar hukum UU No. 7 Tahun 1953 dengan sifat langsung, umum, bebas, dan rahasia. Kesadaran berkompetisi yang sehat merupakan nilai positif dari pemilu pertama Indonesia. Namun setelah melangsungkan pemilu pertama, Indonesia kemudian memasuki periode Demokrasi Terpimpin yang dimulai dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Pada masa ini pemilu parpol tidak diselenggarakan kembali dengan pembentukan DPR-Gotong Royong (DPR-GR) dan MPR Sementara (MPRS).

Periode berikutnya pemilu parpol di Indonesia diselenggarakan lagi pada tahun 1971, atau tepatnya hari kelima pada bulan Juli 1971. Pemilu yang diikuti oleh 10 parpol ini dibarengi dengan beberapa intrik yang dilakukan pemerintah untuk menguntungkan Golkar. Periode pemilu 1971 merupakan awal mula kekuasaan 32 tahun Soeharto di Indonesia. Berbagai intrik dilakukan dengan tujuan menggalang kekuatan untuk melanggengkan Orde Baru.

Setelah dimulai dengan pemilu pada 1971, kekuasaan Orde Baru semakin kokoh diperlihatkan dengan menguasai 5 pemilu selanjutnya. Periode pelaksanaan pemilu tahun 1977-1997 praktis dikuasai Golkar sedangkan PPP dan PDI hanya menjadi pelengkap saja. UU No. 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar digunakan sebagai senjata untuk membatasi jumlah parpol yang dapat mengikuti pemilu. Pada periode ini hanya 2 parpol (PPP dan PDI) dan Golkar yang dapat mengikuti pemilu. Dengan pelaksanaan pemilu yang seakan sudah pasti pemenangnya, demokrasi di Indonesia seakan tidak mempunyai nilai. Kekuasaan pemerintah begitu besar sehingga demokrasi hanya sekedar lambang saja.

Babak baru pemilu parpol di Indonesia dimulai pada tahun 1999 setelah dilengserkannya kekuasaan Orde Baru yang ditandai dengan salah satu ungkapan yang cukup terkenal yang secara garis besar berbunyi “saya tidak akan pathe’en bila tidak menjadi presiden”. Periode pemilu 1999 – sekarang merupakan periode pemilu yang dianggap paling demokratis karena tidak ada lagi campur tangan pemerintah ataupun kekuasaan tertentu. Jumlah parpol peserta pemilu 1999 juga mengalami penambahan yaitu menjadi 48 peserta.

Dari penyelenggaraan pemilu dari tahun 1955 – 2004 tentu mempunyai banyak nilai positif dan negatif yang mau tidak mau harus dialami oleh bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang seharusnya sudah cukup untuk memberikan pengalaman kepada bangsa Indonesia untuk menatap pemilu 2009.

Pemilu ketiga pada era reformasi ini memberikan beban mental tersendiri bagi parpol dan elit politiknya untuk mendapatkan dukungan publik. Indonesia yang multidimensi memang menyajikan tantangan tersendiri kepada parpol untuk mendapatkan dukungan publik sehingga sering para elit parpol menempuh jalan-jalan yang tidak semestinya. Konsekuensi ini memang harus timbul dari sistem demokrasi dimana setiap orang bebas untuk menyalurkan pendapatnya. Konsekuensi yang bisa menjadi bumerang yang dapat menghancurkan bangsa ini bila tidak mendapatkan perhatian yang khusus.

Para elit politik yang duduk di parpol harusnya sadar akan tujuan utama penyelenggaraan pemilu. Bukan sekadar untuk memilih anggota DPR atau DPD akan tetapi tujuan lain yang lebih besar yaitu pembangunan bangsa Indonesia. Periode Pemilu 1999 dan 2004 merupakan proses pendewasaan politik yang harus bisa dijadikan dasar untuk menatap pemilu 2009 yang lebih baik. Intrik-intrik beli suara, penggelembungan suara, atau ketidak dewasaan parpol dengan tidak mengakui hasil pemilu seharusnya sudah tidak akan terjadi lagi pada pemilu 2009. Masyarakat Indonesia yang sejak 1999 sudah dijejaki dengan bermacam pemilihan umum seharusnya juga telah mempunyai kesadaran yang cukup tinggi agar tidak dengan mudah dibujuk rayu atau tipu daya yang sering dilancarkan parpol.

Pemilu yang telah banyak mempengaruhi bidang-bidang lain, tidak akan berjalan sia-sia bila kesadaran masyarakat dan elit parpol sadar akan arti penting pemilu ini. Sehingga diharapkan dengan pemilu 2009 akan dapat terpilih wakil rakyat yang dapat membawa bangsa Indonesia untuk bangkit dan maju dimulai dengan bangkit dari krisis global yang sedang terjadi.

*saya sendiri sampai dengan pemilu 2004 masih belum percaya dengan para elit parpol dan manuver-manuver yang dilakukannya. Sehingga Pada tahun 2004 dimana saya pertama kali mempunyai Hak untuk memilih, saya menggunakan hak tersebut untuk memilih tidak memilih partai politik manapun. Akan tetapi pada pemilu 2009 nanti, dengan meningkatnya kedewasaan politik dan lebih mengenalnya manuver-manuver yang telah dilakukan partai politik, saya berjanji untuk menggunakan hak pilih saya dengan lebih baik dengan cara memilih salah satu parpol peserta pemilu.

source:
- Sejarah Pemilu : http://www.kpu.go.id